RSUP Sanglah Denpasar Berhasil Lakukan Operasi Bentall Pertama Kali Ditengah Pandemic

Di tengah pandemic Covid-19, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar justru telah berhasil melakukan operasi bentall yang selama ini dikenal cukup sulit dilakukan. Operasi bentall ini untuk pertama kalinya dilakukan di Provinsi Bali pada 5 Januari 2021 lalu. Dimana ada seorang pasien laki laki usia 59 tahun berkewarganegaraan Belanda yang menjalani operasi tersebut selama 5 jam. 

Lalu, apa dan bagaimana prosedur Operasi Bentall itu? Temukan jawabannya dengan menyimak penjelasan lengkap dibawah ini seperti yang dikutip dari IDN Times Bali :

  1. Pasien Memiliki Kelainan Pada Katup Aorta


Dr dr I Nyoman Semadi SpB SpBTKV(K) selaku Ketua Tim mengatakan bahwa Operasi Bentall ini dilakukan pada pasien yang mengalami kelainan pada katup aorta disertai adanya dilatasi atau anurisma pada aorta asendens atau puncak aorta. 

Menurutnya, kasus ini merupakan kasus dengan aortic atau katup aorta yang mengalami kelainan. Apalagi aorta asendens-nya juga mengalami kelainan. Ini merupakan satu kasus yang memang membutuhkan tindakan berbeda dengan penggantian katup biasa. Jadi operasi ini untuk mengganti katupnya sekaligus mengganti aortanya. 

Dokter Nyoman Semadi mengungkapkan bahwa angka kejadian kasus kelainan katup aorta di Indonesia sendiri sebenarnya cukup banyak. Begitu juga dengan kasus yang sampai ke meja operasi. 


  1. Pasien Bisa Pulang Di Hari Ke-9 Pasca Operasi


Dokter Nyoman Semadi yang didampingi oleh timnya, memberikan keterangan bahwa dr I Wayan Sudarma Sp BTKV dan dr I Komang Adhi Parama Harta Sp BTK menyampaikan bahwa pasien tersebut sudah diperbolehkan pulang pada hari ke-9 pasca Operasi Bentall yang melibatkan 15 orang tenaga medis dan para medis. Karena biasanya pasien akan memerlukan waktu yang lebih lama yaitu sekitar 2 minggu hingga 1 bulan untuk diizinkan pulang dari rumah sakit. 

Dokter Nyoman Semadi juga menjelaskan tentang operasi yang dilakukan beberapa waktu yang lalu itu, pihaknya bekerja sama dengan Rumah Sakit Harapan Kita. Setelah itu pihaknya melakukan satu upaya upaya diagnostik dan tindakan.  Dengan sendirinya tindakan tersebut sudah dikerjakan dan hasilnya hingga saat ini penderita dikabarkan baik dan sudah diperbolekan pulang. 

Tidak hanya operasi bentall, mereka juga mengerjakan operasi jantung lainnya selama pandemic ini. Tetapi jumlah kasus yang dilaporkannya itu menurun yaitu sebanyak 21 kasus pada tahun  2020 lalu dibandingkan tahun 2019 yang mencapai hingga 52 kasus. Hal tersebut dikarenakan adanya keterbatasan selama pandemic baik tentang tenaga medis, pasien, ataupun sistemnya. Selama pandemic ini, mereka mengerjakan operasi jantung yang kurang lebih berjumlah 30 persen dari jumlah yang biasanya. 


  1. RSUP Sanglah Akan Segera Mandiri Lakukan Operasi Bentall


dr Ketut Ariawati selaku Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang, member keterangan bahwa sebelumnya operasi bentall ini tidak pernah dilakukan  di RSUP Sanglah. Oleh karena itu pada saat operasi bentall akan dilakukan diperlukannya pendampingan dari Rumah Sakit Harapan Kita. Diperkirakan pada saat itu yang ikut terlibat ada sekitar 15 orang tenaga medis dan paramedis. 

Ketut Ariawati mengaku bahwa nanti setelah mendapatkan pendampingan 5 hingga 6 kali, RSUP Sanglah sudah siap melakukan operasi bentall sendiri sambil menyiapkan salah satu alat yang diperlukan. Harapannya nanti bisa membantu lebih banyak pasien yang di-cover oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Selain itu juga dimasa pandemic seperti saat ini, rumah sakit dituntut untuk memberikan dua jenis pelayanan yaitu pelayanan esensial dan yang berhubungan dengan Covid-19.