campak-pada-anak

Suanetizen.com – Pada dasarnya, campak dan tampek merupakan sebuah penyakit yang kerap dialami oleh anak-anak. Lantas, apa yang menjadi penyebab campak pada anak?

Menurut para dokter, penyakit campak ini disebabkan oleh infeksi virus jenis paramixovirus. Nah, untuk mengenal lebih jauh lagi mengenai penyakit campak, mari sama-sama kita simak saja langsung ulasan di bawah ini.

1. Penyakit Campak Bisa Menular

Perlu bunda ketahui, bahwa virus campak itu akan bersarang di lendir yang ada di hidung dan tenggorokan si penderita.

Hal tersebutlah yang menyebabkan virus campak mudah menyebar melalui cairan yang keluar dari si penderita, seperti saat sedang bersin atau batuk.

Apabila ada orang yang menghirup cairan dari si penderita, maka orang tersebut bisa tertular penyakit campak.

Berdasarkan dari hasil survey yang dilakukan pada tahun lalu, 90% orang yang terpapar virus campak dan tidak diimunisasi akan terinfeksi.

Mengapa demikian? Pasalnya, virus campak ini akan tetap hidup di udara selama dua jam setelah dikeluarkan dari tubuh, serta bisa menempel pada permukaan yang dapat bersentuhan langsung dengan orang lain.

2. Faktor Resiko Terkena Penyakit Campak

Anak dan Ibu Hamil Yang Tidak Diimunisasi

Seperti yang dikutip dari badan kesehatan dunia WHO, yang menyebutkan bahwa imunisasi campak mempunyai tingkat keefektifan sebesar 93% bagi penerima 1 dosis vaksin, dan 97% bagi penerima dua dosis vaksin.

Berpergian Ke Negara Yang Belum Bebas Campak

Benua Asia dan Afrika merupakan yang paling banyak terjadi kasus penyakit campak. Bahkan, sekitar 95% kematian karena penyakit campak ini terjadi di Negara dengan infrastruktur kesehatan lemah, dan memiliki pendapatan per kapita rendah.

Kekurangan Vitamin A

Anak dan ibu hamil yang kekurangan vitamin A bisa mengalami gejala dan komplikasi campak yang lebih parah.

Bisa Menyebabkan Komplikasi

Tak hanya komplikasi yang terhitung ringan seperti infeksi telinga dan bronchitis, 1 hingga 3 dari 1.000 penderita campak ini juga akan beresiko mengalami komplikasi parah seperti di bawah ini:

  • Pada penderita yang tidak diimunisasi, campak bisa berkembang menjadi jenis pneumonia berbahaya yang dapat berujung kematian.
  • Peradangan akut otak yang disebabkan oleh infeksi virus, sehingga otak akan membengkak.
  • Selain bisa mengakibatkan kelahiran premature, komplikasi campak juga bisa menyebabkan anak lahir dengan berat badan rendah hingga keguguran.

Pencegahan Penyakit Campak

Seperti yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa imunisasi memiliki tingkat keefektifan sebanyak 97% untuk menangkal penularan penyakit campak.

Menurut catatan WHO, imunisasi campak sangat efektif untuk mengurangi angka kematian akibat campak skala global hingga 90%, serta dapat mencegah penularan virus campak.

Gejala Penyakit Campak

  • Mata memerah dan sensitive terhadap cahaya
  • Menyerupai gejala pilek seperti batuk, hidung ingusan, dan sakit tenggorokan
  • Tubuh yang lemas dan letih
  • Demam tinggi
  • Sakit dan nyeri sendi
  • Kehilangan nafsu makan
  • Diare dan muntah-muntah
  • Bercak kecil berwarna putih keabu-abuan di mulut dan tenggorokan.

Pengobatan Campak Yang Bisa Dilakukan Dirumah

  • Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi
  • Banyak istirahat dan hindari paparan sinar matahari selama mata masih sensitive terhadap cahaya
  • Minum obat penurun demam serta obat pereda rasa sakit.

Demikianlah ulasan singkat seputar penyakit campak terhadap anak-anak, sehingga bisa bunda jadikan sebagai pembelajaran.

Baca juga: Cara Mengetahui Masa Subur Pria Kalkulator Masa Subur Pria