Ini 5 Film Indonesia yang Kontroversial Bertemakan Islami

Film religi sama sulitnya dengan genre lainnya, jika salah informasi bisa menimbulkan kontroversi yang akhirnya dilarang. Nah, berikut 5 film Indonesia yang menuai kontroversial!

  1. Mengaku Rasul: Sesat (2008)

    Mengaku Rasul: Bidat, disutradarai oleh Helfi Kardit, didasarkan pada peristiwa sebuah sekte kemudian tersebar luas di Indonesia. Film ini menceritakan kisah di balik sebuah pertapaan di Jawa Barat, yang sebenarnya adalah kedok guru untuk menggunakan agama untuk mendapatkan kekayaan dan kekuasaan. 
    Film yang dibintangi oleh Ray Sahetapy dan Ihsan Tarore ini diprotes dan dipenjarakan oleh LSF karena menyalahgunakan ajaran Islam. Juga, film ini menunjukkan seseorang yang mengaku sebagai utusan Tuhan bagaimana menghapus dosa dan menjamin masuk surga dengan membeli sertifikat.
  1. Doa Mengancam (2008) 

    Doa Mengancam juga menuai protes karena plotnya yang berani. Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini menceritakan tentang seorang penjaga bernama Madrim (Aming) yang merasa memiliki nasib paling malang di dunia, itulah sebabnya Madrim berusaha untuk berdoa.
    Namun, tidak ada yang berubah dalam nasibnya. Pada akhirnya, Madrim memutuskan untuk mengancam Tuhan dan memberinya waktu tiga hari untuk menjawab doanya. 
  1. Perempuan Berkalung Sorban (2009)

    Perempuan Berkalung Sorban (2009) menceritakan tentang Anisa (Revalina S. Temat), seorang wanita cerdas, pemberani, dan berprinsip yang tinggal di Berkalung, sebuah tradisi Islam konservatif di mana kepercayaan paling sejati dalam sains hanya ditemukan dalam Al-Qur’an, Hadits, dan sunnah. Buku-buku sains modern kini dianggap menyimpang. 
    Kontroversinya, film yang dibintangi Reza Rahadian dan Revalina S.Tema ini masih dimainkan dan peminatnya tidak sedikit. Secara total, film ini telah ditonton oleh 793.000 orang di seluruh Indonesia.
    Film ini menjadi salah satu film terlaris di Indonesia pada masanya. Film tersebut memenangkan satu dalam kategori Film Pendukung Terbaik.
    Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini juga mendapatkan 7 nominasi di Festival Film Bandung dan 9 nominasi di Indonesian Movie Awards.Film ini bisa kamu tonton di Iflix atau Catchplay. 
  1. Film ?(Tanda Tanya)



    Film ?(Tanda Tanya) juga disutradarai oleh Hanung Bramantyo, yang merangkum pro dan kontra. Film ini didasarkan pada pengalaman sutradara sebagai anak dari keluarga mestizo.
    Film yang Dibintangi Rio Dewanto, Revalina S.Temat dan Reza Rahadian memperlihatkan interaksi tiga keluarga yang berbeda agama, yaitu Buddha, Islam, dan Katolik. Mereka berjuang karena mereka menghadapi kekerasan dan rasisme yang tidak pernah berakhir. 
    Bahkan, Hanung juga sempat kesulitan mencari dukungan finansial untuk produksi “The Movie” ini karena isunya cenderung sensitif. Tak hanya itu, film ini juga banyak dikritik karena dianggap menyimpang. 
  1. 212: The Power of Love (2018) 


    212: The Power of Love bercerita tentang perjalanan seorang jurnalis bernama Rahmat (Fauzi Baadilla) yang tidak percaya pada ajaran agama tetapi terpaksa bergabung dengan gerakan 212 untuk menyelamatkan ayahnya ke menemani sakit adalah salah satu orang terpenting dalam Aksi Damai. Film 212: Kekuatan Cinta diadaptasi dari gerakan Aksi Damai pada 2 Desember 2016.

Film yang disutradarai Jastis Arimba itu sempat menuai protes karena dianggap memiliki agenda politik tertentu. Pasalnya, film ini dirilis saat situasi dan kondisi politik di Indonesia benar-benar “panas”. 

    Film 212 The Power of Love telah dilarang di beberapa daerah, seperti Manado dan Palangkaraya.


Sumber: https://beritanakmuda.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *